Sabtu, 15 November 2014

Banjir dan Longsor Mengintai

HUJAN lebat mulai mengguyur beberapa daerah di Jawa Tengah dalam sepekan terakhir. Seiring dengan itu, bencana banjir dan tanah longsor mengancam. Kesiagaan penuh pun dilakukan di beberapa daerah rawan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Sarwa Pramana, kemarin, mengatakan memasuki musim hujan yang kian lebat di beberapa wilayah pihaknya melakukan langkah-langkah antisipasi. Setidaknya ada tujuh daerah rawan longsor yang patut mendapat perhatian serius dan perlu penguatan koordinasi untuk menanggulangi potensi bencana di tiap kabupaten/kota.

“Informasi dari BMKG bahwa musim hujan akan terjadi awal November-Desember. Curah hujan meninggi dan cenderung ekstrem sehingga patut diwaspadai,“ kata Sarwa Pramana.

Beberapa wilayah ma suk kategori rawan banjir bandang karena berada di ban taran aliran sungai besar, yakni wilayah Banyumas, Purwokerto, Pati, Demak, Kudus, Brebes, dan Cilacap.

BPBD Jateng bersiap dengan pengadaan peralatan seharga Rp1,1 miliar. Anggarannya bersumber dari APBD.

Di lain pihak, BPBD Kabupaten Karanganyar, Jateng, meminta warga mewaspadai ancaman bencana banjir dan tanah longsor. Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar Aji Pratama Heru, kemarin, menyebutkan kecamatan yang rawan longsor ialah Tawangmangu, Matesih, Jatiyoso, Jatipuro, Jenawi, Ngargo yoso, Kerjo, dan Karangpandan.

Banjir juga mengancam wilayah di aliran Sungai Bengawan Solo. Daerah-daerah rawan banjir itu ialah Desa Ngringo dan Sroyo di Kecamatan Jaten, Desa Kemiri dan Waru di Kecamatan Kebakramat, serta Desa Tlagan dan Karangturi di Kecamatan Gondangrejo.

Di Kota Sukabumi, Jawa Barat, ratusan siswa SDN Subangjaya I, Kecamatan Cikole, terancam longsor. Tembok penahan tanah milik pihak pengembang yang berada di atas bangunan sekolah itu jebol pada Senin (10/11) malam. (AS/ FR/BB/N-2) Media Indonesia, 12/11/2014, halaman 10