Kamis, 27 Februari 2014

Menjual Wisata Budaya

UDARA sejuk dan sayup-sayup lantunan musik tradisional sunda seakan menyapa kehadiran Media Indonesia ke Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (9/2). Suguhan nuansa perdesaan langsung menghapus kepenatan setelah melakukan perjalanan panjang dari Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.

“Selamat datang di Desa Wisata Saung Ciburial,“ kata Kepala Desa Sukalaksana Oban Sobana sejurus menjabat tangan Media Indonesia.

Kabupaten Garut memang menyimpan potensi keindahan alam.
Perpaduan kehidupan masyarakat perdesaan dan bentangan hijau persawahan memang mujarab melepas stres yang selalu dirasakan warga perkotaan.

Namun berbeda dengan desa wisata lainnya, Desa Wisata Saung Ciburial justru menghadirkan tema wisata seni budaya, di samping tentunya keindahan lanskap pertanian.

Inisiasi Desa Wisata Budaya Ciburial ini diprakarsai lewat program CSR Chevron Geothermal Indonesia, Ltd., LSM Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (Pupuk) dan Kepala Desa Sukalaksana.

Aktivitas keseharian penduduk desa ini dengan atraksi kesenian yang dimiliki inilah yang menjadi daya tarik wisatawan untuk menghabiskan akhir minggunya di desa tersebut.

Oban Sobana mengungkapkan program unggulan desa wisata Sukalaksana yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi dan menyejahterakan masyarakat sudah digagas oleh dirinya sejak 2009 lalu. Namun baru pada 2010, program tersebut terlaksana melalui kerjasama CGI dan Yayasan Pupuk. Pada 30 Agustus 2013, Desa Wisata Saung Ciburial yang baru memiliki 3 saung dengan 9 kamar ini diresmikan. “Ke depan akan dikembangkan untuk sekaligus menggerakan ekonomi rakyat. Yang jelas kita menjual nilai-nilai perdesaan, mulai dari budaya, hingga suasana desa. Kalau toh nanti kita siap, akan lakukan grand launch pada akhir 2014,“ kata Kepala Desa Sukalaksana ini optimistis.

Oban menjelaskan perputaran uang hasil dari Desa Wisata Sang Ciburial bukan hanya untuk kepentingan desa, tapi masyarakat sekitar. Ini sesuai dengan tujuan awal pengembangan desa unggulan untuk meningkatkan ekonomi berbasis masyarakat, baik di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

Untuk menyulap menjadi desa tujuan wisata budaya bukan hal yang mudah. Pada awalnya masyarakat mencibir program menjadikan desa tempat tinggal mereka sebagai desa wisata. Namun, setelah diresmikan pada Agustus tahun lalu, banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Bahkan, masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan sekarang di tampung untuk bekerja dalam pengelolaan saung dan kesenian.

Tentu saja, keberhasilan Desa Wisata Saung Ciburial ini tidak bisa lepas dari peran Chevron. Operation Manager Chevron Darajat Arief Budiman mengatakan pihaknya berkomitmen untuk berpartisipasi dalam hal pengembangan Desa Wisata Saung Ciburial. Dukungan yang diberikan dalam bentuk soft skill dan hard skill, serta pengembangan infrastruktur.

“Kalau soft skill, kita berperan dalam hal manajemen seperti memberi training, buka wawasan mereka. Sementara untuk hard skill kita kembangkan infrastrukturnya,“ kata Arief.

Ia menjelaskan, CGI sudah berpartisipasi dalam pengembangan Desa Wisata Ciburial sejak awal. Mulai dari social mapping, perencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dari Desa Ciburial. “Tentunya kami berharap dengan pengembangan desa wisata dalam berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat dan tentunya pengenalan budaya setempat kepada dunia luar,“ cetusnya.

Kontribusi CGI ini juga terbukti pada pembangunan infrastruktur di lokasi desa wisata, seperti toilet dan fasilitas penginapan. selain itu, juga menyetarakan pengetahuan pengelolaan desa wisata dengan melakukan studi banding ke desa wisata lain.

Lokasi desa wisata ini memang berada di dekat wilayah operasi CGI di Garut. CGI telah mengoperasikan sumur uap panas bumi di Lapangan Darajat, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat sejak awal 1980.

Kini, CGI mengoperasikan listrik tenaga panas bumi dengan total kapasitas 270 Megawatt untuk memenuhi kebutuhan listrik di Jawa, Madura dan Bali. (Aim/X-25/ Media Indonesia, 24/02/2014)