Senin, 20 Oktober 2014

Semarang Kota Kondusif yang Prospektif

POSISI dan potensi Kota Semarang untuk investasi cukup strategis karena pelbagai faktor, diantaranya pelaku usaha yang cukup kuat, aktivitas perekonomian terutama industri dan perdagangan cukup dominan, ruang kota dan hinterlandnya sebagai ruang untuk pemasaran, dan infrastruktur perkotaan cukup tersedia. Semua itu menjadikan Kota Semarang menjadi semakin memiliki keunggulan dalam mengembangkan investasinya.

Para pelaku usaha menilai kota ini telah memenuhi seluruh faktor penting untuk berinvestasi dan mampu memberikan iklim yang cukup kondusif bagi berkembangnya suatu usaha. Menurut catatan Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah atau KPPOD, Kota Semarang masuk kategori A dalam hal daya saing investasi. Artinya daerah yang memiliki karateristik ekonomi yang kuat dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di wilayahnya.

Sebagai kota metropolitan, Semarang memiliki berbagai potensi yang sangat luar biasa, baik potensi sosial, ekonomi maupun budaya yang dapat dikembangkan secara optimmal. selain merupakan pusat pemerintahan, perekonomian, politik, sosial, budaya. Posisi geografis yang berseberangan dengan pulau Kalimantan juga menyimpan potensi adanya hubungan transportasi udara antara pulau Jawa dengan sentra-sentra ekonomi di pulau Kalimantan, sekaligus juga merupakan titik persinggahan dari jalur penerbangan yang padat antara Jakarta dengan Surabaya.

Posisi strategis Kota Semarang dalam pembangunan secara nasional dan regional itu semakin ditegaskan dengan dimilikinya pelabuhan laut, pelabuhan udara, jaringan kereta api, dan jalan arteri primer yang memungkinkan Kota Semarang sebagai simpul perdagangan dan jasa secara nasional. Kota Semarang dengan demikian jelas memiliki peran dan peluang investasi terhadap berkembangnya berbagai sektor pembangunan ekonomi.Sebagai pusat wilayah pengembangan Provinsi Jawa Tengah, pembangunan Kota Semarang tentu akan berbias secara regional maupun nasional bahkan internasional.

Kota ATLAS merupakan simpul transportasi secara nasional karena terletak di antara 2 (dua) kutub pembangunan utama yaitu Jakarta dan Surabaya. Hal itu didukung oleh keberadaan pelabuhan samudera Tanjung Emas, Bandara Ahmad Yani, jaringan jalan dan kereta api di pantura Pulawa Jawa. Kota Semarang ini adalah sebagai pusat kolektor dalam lingkup regional, baik dari daerah hinterland/penyangga (KEDUNGSEPUR) maupun segitiga JOGLOSEMAR.

Kota Semarang mempunyai daya tarik untuk pengembangan sektor perumahan di perkotaan. Karena cukup meratanya sarana prasarana yang layak menunjang pengembangan perumahan dan pangsa pasar kompetitif yang masih terbuka. Kawasan industri juga semakin berkembang karena didukung oleh sarana prasarana, potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam. Bahkan sebagai kota pendidikan secara nasional jugatersedia kawasan pendidikan dan tenaga pengajar yang cukup memadai.

Sebagai tujuan wisata skala regional, potensi wisata Kota Semarang juga masih banyak yang dapat lebih dikembangkan. Seperti kawasan wisata Simongan, Sam Po Kong, kawasan Kota Lama, pusat kuliner kawasan simpanglima. Selain itu wisata Waduk Jatibarang dan Gua Kreo. Pengembangan wisata didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai seperti hotel dan restoran/hiburan, transportasi laut, darat, dan udara serta kebudayaan unggulan yang ada. Standar kehidupan di Kota Semarang juga relatif rendah dan stabilitas politik dan keamanannya terkendali, sehingga akan menciptakan iklim yang sehat dan kondusif untuk pembangunan berbagai sektor.

Pemerintah Kota Semarang memiliki visi `Terwujudnya Semarang sebagai Kota Perdagangan dan Jasa yang Berbudaya menuju MasyarakatSejahtera'. Untuk mewujudkan hal tersebut salah satunya melakukan penataan ruang Kota Semarang. Tujuan penataan ruang dalam konsep investasi adalah mewujudkan Kota Semarang sebagai pusat perdagangan dan jasa berskala internasional yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan.

Konsep kota perdagangan dan jasa adalah menjadikan Kota Semarang pusat aktifitas distribusi dan transaksi barang dan jasa. Dengan melakukan pengembangan kerjasama dan kerjasama perdagangan dan pengembangan potensi ekonomi lokal. Pembangunan infrastruktur pendukung, perdagangan dan jasa yang berbasis budaya lokal, serta perdagangan dan jasa untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kota Semarang melakukan kebijakan umum untuk pembangunan Kota Semarang ini. Kebijakan itu antara lain melakukan pengembangan pelabuhan laut dan bandar udara internasional. Pengembangan pusat perdagangan modern dan tradisional berskala internasional. Pengembangan sistem angkutan massal (BRT dan Monorail) yang mendukung integrasi antar moda. Pengembangan jalan outer ring road, middle ring road, dan inner ring road.

Selain itu pengembangan infrastruktur pengendali sumber daya air, pengembangan ruang terbuka hijau, dan pengembangan bangunan vertikal di central business district/CBD KEBIJAKAN INVESTASI Pemerintah Kota Semarang dalam kebijakan investasinya juga melakukan deregulasi investasi sebagai upaya peningkatan kepastian hukum. Deregulasi dalam peraturan daerah (Perda) peri jinan dan non perijinan dilakukan dengan pengaturan tentang upaya memberi kemudahan dan percepatan pelayanan perijinan dan non perijinan. Dan pengaturan tentang kewajiban dan hak penyelenggara dan penerima perijinan dan non perijinan.

Sedangkan deregulasi dalam Perda penanaman modal, Pemerintah Kota Semarang melakukan pengaturan insentif dan kemudahan penanaman modal bagi investor di Kota Semarang.Memberi pengurangan atau keringanan pajak daerah, pengurangan atau keringanan retribusi daerah, memfasilitasi data dan informasi peluang penanaman modal, memfasilitasi sarana dan prasarana, memfasilitasi lahan atau lokasi, pemberian bantuan teknis, dan percepatan pemberian perizinan.

POTENSI INVESTASI Ruang Kota Semarang yang luasnya 373.7 km2 ini mempunyai potensi investasi untuk pusat perbelanjaan di wilayah Semarang Barat. Di wilayah ini terdapat potensi kawasan peruntukan perdagangan dan jasa sesuai dengan pusat perbelanjaan.

Wilayah ini memiliki market skala pelayanan permukiman wilayah barat terutama Kecamatan Semarang Barat yang sangat ideal.Apalagi berada pada akses utama menuju Bandara Ahmad Yani dari arah kota. Pengembangan di wilayah ini bisa memecah keramaian di pusat kota dalam hal kebutuhan akan belanja. Aksessibilitasnya jugamudah dari Jalan Pamularsih maupun Jalan Jenderal Sudirman, dan berjarak ideal dengan pasar tradisional, serta tersedia tenaga kerja lokal.

Tak hanya di Semarang Barat, potensi investasi mall, hotel dan perkantoran juga ada di wilayah Semarang Tengah. Potensi wilayah ini adalahmerupakan kawasan peruntukan perdagangan dan jasa. Sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah atau RTRW, Semarang Tengah ini masuk dalam downtown yang merupakan CBD yang diarahkan untuk pengembangan perkantoran dan perdagangan dan jasa.

Market wisata kota dalam hal belanja dan hunian (hotel) menengah ke atas di wilayah ini cukup tinggi. Pencapaian/aksessibilitas mudah dari dan ke Bandara A Yani, dan dekat Paragon City sesuai dengan konsep pengembangan superblok. Pengembangan wilayah ini dapat memecah keramaian di Simpang lima, dan meningkatkan investasi di bidang hiburan dan perhotelan, serta tersedianya tenaga kerja lokal.

Kota Semarang ini juga memiliki potensi investasi perumahan/property di wilayah Pedurungan dan wilayah timur. Potensinya antara lain merupakan kawasan peruntukan perumahan. Sesuai RTRW, Kecamatan Pedurungan dan wilayah timur ini diarahkan untuk pengembangan permukiman. Kebutuhan akan hunian dan market permukiman/hunian kelas menengah di wilayah ini cukup tinggi.

Sementara aksessibilitasnya sangat mudah lewat Jalan Wolter Monginsidi dan Jalan Arteri Soekarno Hatta maupun Jalan Brigjend Soediarto. Selain itu wilayah ini dekat dengan Pasar Pedurungan, pusat belanja ADA/Superindo/Giant, dan sekolah (baik perguruan tinggi seperti AMNI, USM, maupun sekolah dasar dan menengah),serta bebas banjir.

Potensi investasi perumahan/ property juga ada di wilayah Tembalang. Wilayah ini merupakan kawasan peruntukan perumahan maupun perumahan perdagangan dan jasa. Sesuai RT/RW Kecamatan Tembalang dan wilayah timur/selatan diarahkan untuk pengembangan permukiman. Kebutuhan akan hunian dan market permukiman/ hunian kelas menengah ke atas di wilayah ini juga sangat tinggi. Aksessibilitasnya juga mudah menuju pusat kota dan merupakan akses utama Kecamatan Tembalang (semarang atas) dan Kecamatan Candisari (Semarang bawah),serta bebas banjir.

Sementara potensi investasi apartemen/rusun/kantor/mix used ada di wilayah Semarang Utara. Wilayah ini potensial sebagai kawasan peruntukan perkantoran. Sesuai RTRW diarahkan untuk pengembangan permukiman dan perdagangan dan jasa. Aksessibilitasnya sangat mudah dari Jalan Pemuda maupun Jalan Imam Bonjol, dekat dengan pusat kota, Pasar Johar, pelabuhan, pusat belanja Paragon, Sri Ratu, Tugu Muda, dan wisata kota lama. Pengembangan potensi di wilayah ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan citra kota di wilayah Semarang Utara. Kebutuhan akan hunian kelas menengah atas dan/atau mewah juga cukup tinggi dan potensial. (APK) Sumber : Media Indonesia, 20/10/2014, Halaman : 29